
Beritaindonesia.co - CEO United Airlines, Oscar Munoz, menyampaikan permintaan
maaf untuk ketiga kalinya terkait insiden penyeretan penumpang dari pesawatnya
yang overbooked. Dalam surat terbukanya, Munoz mengatakan ikut merasakan
kekecewaan dan kemarahan publik.
"Kejadian mengerikan yang terjadi di maskapai kami
memicu kemarahan dan kekecewaan publik. Saya ikut merasakan perasaan sama dan
di atas semua itu, saya menyatakan permintaan sedalam-dalamnya atas apa yang
telah terjadi," demikian isi surat tersebut, seperti dilansir dari laman
mirror.co.uk, Rabu (12/4).
"Seperti halnya kalian, saya juga merasa terganggu
dengan ini dan saya menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang dipaksa
keluar dan seluruh penumpang dalam pesawat," tambahnya.
Sebagai bukti bahwa dirinya meminta maaf dengan
sungguh-sungguh, Munoz berjanji akan bertanggung jawab dan meningkatkan kinerja
pegawainya di masa mendatang.
"Tidak ada satu pun yang pantas diperlakukan demikian.
Karena itu saya ingin kalian tahu bahwa kami akan bertanggung jawab untuk
menjadikan segalanya kembali membaik," katanya.
"Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki segalanya.
Saya berkomitmen kepada pelanggan dan pegawai bahwa hal semacam ini tidak akan
terjadi lagi di masa mendatang," sambungnya.
Perbaikan tersebut, kata Munoz, meliputi tinjauan menyeluruh
terhadap seluruh awak pesawat, kebijakan maskapai, pemberian intensif kepada
relawan, penanganan situasi overbooked, serta kerja sama dengan otoritas
bandara dan penegak hukum setempat.
"Saya berjanji akan melakukan hal yang lebih baik di
masa mendatang," janjinya.
Sebelumnya, seorang penumpang asal Vietnam-Amerika Serikat
diusir dari pesawat dengan cara diseret. Pria yang diidentifikasi sebagai dr.
Dao tersebut dipilih secara acak oleh pegawai maskapai karena pesawat kelebihan
penumpang.
Pengusiran tersebut memicu kemarahan penduduk dari berbagai
belahan dunia. Bahkan, lebih dari 80.000 orang telah menandatangani petisi
untuk meminta penyelidikan terkait kasus ini.
Tak hanya itu, pengusiran ini juga membawa dampak terhadap
saham United Airlines. Sejak beritanya merebak, saham maskapai tersebut anjlok
sebesar empat persen atau sekitar USD 1,6 miliar.
Loading...
