
Beritaindonesia.co - Suara lirih pelajar di pedalaman Borneo begitu menyentuh.
Mereka hanya meminta perlengkapan sekolah pada kepala negara. Dalam
keterbatasan, bocah-bocah ini masih bersemangat untuk belajar.
Coba lihat seragam yang dipakai lusuh. Warnanya menguning.
Tengoklah ke bawah, celana sudah tak bisa dikancing. Kaki mereka dekil, hanya
sandal butut sebagai pelindung. Boro-boro berpikir beli sepatu.
Kondisi ini rupanya sampai ke telinga Presiden Joko Widodo.
Dia langsung mengutus tim untuk menyalurkan sejumlah paket bantuan. Selain tas,
Jokowi juga memberikan ke tiap pelajar buku tulis 10 buah, pulpen, pensil,
penghapus, penggaris, rautan, buku gambar, krayon, tempat pensil, tempat makan
dan minum, sandal, serta satu set seragam sekolah termasuk topi dan dasi.
Jokowi tak hanya memberikan bantuan ke pelajar di SDN 04
terletak di Desa Sungkung, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan
Barat. Khusus di sekolah ini diberikan 135 paket bantuan.
148 Paket untuk para pelajar di SDN 11 Senebeh, 168 paket
untuk para pelajar di SDN 10 Medeng, dan sebanyak 151 paket bantuan untuk para
pelajar di SDN 09 Senoleng.
"Kepala Negara juga mengirimkan paket bantuan tersebut
kepada pelajar-pelajar lainnya yang dan juga paket bantuan untuk sekolah yang
berada di Kabupaten Bengkayang," kata Kepala Biro Pers, Media dan
Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Rabu (12/4).
Untuk setiap sekolah, kata Bey, Jokowi memberikan paket
bantuan berisikan 4 set foto Presiden dan Wakil Presiden, 2 bendera merah
putih, buku soal-soal, 10 kotak kapur tulis, 2 penghapus papan tulis, 2 atlas,
2 peta dunia, dan 100 papan alas ujian. Bantuan tersebut dibagikan serentak
Senin, 10 April pukul 09.00 WIB.
Bantuan untuk SDN 04 Sungkung diterima oleh Kepala Sekolah
Baring Susanto. Untuk SDN 09 Senoleng diterima oleh Kepala Sekolah Kasianus,
bantuan untuk SDN 10 Medeng diterima oleh Guru Kelas Musa dan bantuan untuk SDN
11 Senebeh diterima oleh Guru Kelas Gabriel.
Dia mengajar SDN 04 Desa Sungkung. Anggit selalu berpesan
pada murid-muridnya, "Fokus belajar jangan pedulikan kondisi. Tetap
semangat menatap masa depan. Mereka punya mimpi," kata Anggit.
Loading...
