Beritaindonesia.co - Wakil Ketua DPRD DKI
Jakarta M Taufik mendesak Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
menyelesaikan program bedah rumah yang sempat berjalan di Cilincing, Jakarta
Utara. Taufik menyebut Pemprov tidak menyediakan APBD untuk menuntaskan program
tersebut.
"Gubernur yang
kalah harus tanggung jawab. Itu kan kampanye. Kalau program DKI nggak ada di
APBD. Itu kan program kampanye," kata Taufik di Kantor DPW Partai Gerindra
Jakarta, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).
Taufik menyebut
program bedah rumah dilakukan gubernur petahana sebagai kampanye pada putaran
kedua Pilgub DKI. Ia khawatir bila program tersebut tidak diselesaikan maka
akan merugikan masyarakat.
"Itu kan program
kampanye. Saya kira harus diselesaikan. Jadi jangan ditelantarkan rumah
masyarakat. Itu sangat merugikan kalau tidak dilanjutkan. Saya kira itu sangat
memalukan cara-cara begitu," ujar Taufik.
Sebelumnya diberitakan,
pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat meluncurkan program bedah rumah di kawasan
Cilincing. Bedah rumah dilakukan untuk rumah yang memenuhi kriteria tidak
layak.
Kegiatan itu dilakukan
di masa tenang sebelum pencoblosan pada Rabu (19/4). Pihak Anies
Baswedan-Sandiaga Uno yang keluar sebagai pemenang pilgub DKI, sempat
mempermasalahkannya karena dianggap sebagai bentuk kampanye. Bedah rumah
menggunakan dana dari CSR perusahaan.
"Khusus bedah
rumah ini untuk seluruh Jakarta, rumah-rumah yang akan dibedah yang memenuhi
kriteria tolong didata dan diterbitkan surat keputusan wali kota. Mana saja,
siapa saja. Kita bikin surat keputusan yang akan dibedah tahun anggaran kapan,
akan kita kerjakan. Ini atas usul RT dan RW dan tantangan sekitar," kata
Djarot saat launching bedah rumah di Jalan Cilincing Lama, Jakarta Utara, Senin
(17/4).
Loading...

